ALKENA
Alkena atau olefin dalam kimia
organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. [1] Alkena
asiklik yang paling sederhana, yang membentuk satu ikatan rangkap dan tidak
berikatan dengan gugus fungsional
manapun, maka akan membentuk suatu kelompok hidrokarbon dengan
rumus umum CnH2n.
Alkena mempunyai ikatan sigma dan ikatan pi antara dua atom karbon
yang berhadapan. Ikatan rangkap
karbon-karbon merupakan gugus fungsional yang banyak terdapat dalam
produk-produk alam dan pada umumnya ikatan rangkap ini akan bergabung dengan
gugus fungsional yang lain. Selain itu alkena juga banyak ditemukan dalam
komponen-komponen minyak bumi. Ikatan rangkap antara atom karbon adalah dua
pasang elektron bersama. Salah satu dari pasangan elektron dipegang pada sebuah
garis lurus antara dua inti karbon, tapi pasangan lainnya dipegang dalam sebuah
orbital molekul di atas dan di bawah bidang molekul. Orbital molekul adalah
sebuah ruang dalam molekul dimana terdapat kemungkinan besar untuk menemukan
sepasang elektron tertentu (Hart,2003:59).
Alkena yang paling sederhana
adalah etena atau etilena (C2H4) Senyawa aromatik seringkali juga digambarkan seperti alkena siklik, tapi
struktur dan ciri-ciri mereka berbeda sehingga tidak dianggap sebagai alkena.
SIFAT KIMIA ALKENA
1.
Terdapatnya
ikatan rangkap 2 antara 2 buah atom karbon
2.
Alkena dapat mengalami
adisi. Adisi adalah pengubahan ikatan rangkap (tak jenuh) menjadi ikatan
tunggal (jenuh) dengan cara menagkap atom atau gugus lain. Pada
adisi alkena 2 atom atau gugus atom ditambahkan pada ikatan rangkap C=C
sehingga diperoleh ikatan tunggal C-C
SIFAT FISIKA ALKENA
1.
Pada suhu kamar, tiga suhu
yang pertama adalah gas, suhu-suhu berikutnya adalah cair dan suhu-suhu tinggi
berikutnya berbentuk padat. Jika cairan alkena dicampur dengan air maka
kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur. Karena
kepekatan cairan alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di atas
cairan air.
2.
Dapat terbakar dengan
nyala yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih tinggi dari pada alkana
yang jumlah atom karbonnya sama.
3.
Titik didih dan titik
leleh alkena naik dengan pertambahan nilai Mr
4.
Alkena bersifat non-polar
sehingga sukar larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi mudah larut dalam
pelarut organik non-polar seperti etanol.
5.
Sifat fisis alkena (titik
didih dan titik leleh) dengan Mr yang sama (isomer) untuk rantai lurus lebih
tinggi dari rantai bercabang
6.
Titik didih senyawa alkena
yang berisomer geometri, struktur cis lebih tinggi dari trans. Mislanya
cis-2-butena (3,7 0C) lebih tinggi dari trans-2-butena
(0,8 0C).
7.
C2-C4 berwujud
gas, C5-C17 berwujud cair, dan C18 dst
berwujud padat
REAKSI-REAKSI
PADA ALKENA
1.
Reaksi
adisi
Reaksi adisi yaitu pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal
dengan cara mengikat atom lain. Reaksi-reaksi penting yang terjadi semuanya
berpusat di sekitar ikatan rangkap. Biasanya, ikatan pi terputus dan
elektron-elektron dari ikatan ini digunakan untuk menggabungkan dua atom karbon
dengan yang lainnya. Alkena mengalami reaksi adisi.
2.
Hidrasi
menggunakan Merkuri asetat
Reaksi
merkuri asetat Hg(O2CCH3)2 dan air pada alkena
disebut oksimerkurasi. Produk oksimerkurasi biasanya direduksi dengan Natrium
borohidrid (NaBH4), suatu rangkaian reaksi yang disebut
demerkurasi.Reaksi ini terdiri dari 2 tahap reaksi yaitu adisi elektrofilik
dari +HgO2OCH4 diikuti dengan serangan
nukleofil H2O.
3.
Reaksi
Pembakaran
Seperti halnya alkana, alkena suku rendah mudah
terbakar. Jika dibakar di udara terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih
banyak daripada alkana. Hal itu terjadi karena alkena mempunyai kadar karbon
lebih tinggi daripada alkana, sehingga pembakarannya menuntut lebih banyak
oksigen.
1.
Pembakaran
sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O
C2H4
+ 3 O2 Ã 2 CO2 + 2 H2O
2.
Pembakaran
tidak sempurna alkena menghasilkan CO dan H2O
C2H4
+ 2 02 Ã 2 CO + 2 H2O
3.
Reaksi
polimerisasi
Reaksi
polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer)
menjadi molekul besar (polimer). Polimerisasi
alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi. Prosesnya mula-mula ikatan rangkap
terbuka, sehingga terbentuk gugus dengan dua elektron tak berpasangan.
Elektron-elektron tak berpasangan tersebut kemudian membentuk ikatan
antargugsus, sehingga membentuk rantai.
Kegunaan alkena dalam kehidupan
Bahan
dasar pada industri plastijk, karet sintetik, pipa (PVC = polivinilklorida),
dan Teflon. Khusus etena atau etilena digunakan sebagai bahan pembuat zat-zat
kimia seperti alkohol (etanol), etilena glikol, dan etil eter.
PERMASALAHAN
Apa
yang menyebabkan titik didih senyawa alkena berisomer cis lebih tinggi dari
pada titik didih senyawa alkena berisomer trans?