REAKSI PADA FENOL
A.
Ikatan dan Struktur
dari Fenol
Dalam air fenol dan oksigen
merupakan sp3 –hibrida dan mempunyai dua pasang electron valensi yang tidak
dipakai bersama.
Pada fenol ikatan yang terjadi pada
karbon C adalah ikatan karbon sp2
dan ikatan karbon sp2
lebih kuat daripa ikatan karbon sp3
sehingga ikatan C-O dari suatu fenol tidak mudah diputuskan. Fenol tidak
bereaksi SN1 atau SN2 atau reaksi-reaksi eliminasi
seperti pada alkohol.
SN1 atauSN2
Suatu alcohol
Meskipun ikatan C-O fenol tidak
mudah patah, ikatan OH mudah putus. Fenol dengan pKa = 10, merupakan asam yang lebih kuat daripada
alkohol atau air.
B. Sifat-sifat Fenol
Seperti air, fenol dapat membentuk ikatan
hidrongen, karena adanya ikatan hidrongen ini, maka fenol mempunyai titik didih
yang lebih tinggi dari senyawa lain yang mempunyai berat molekul yang sama.
Gugus benzen relative tidak polar
dan menyebabkan senyawanya sukar larut dalam air. Gugusan ini hidrofob (tidak
suka air).
Karena fenol mempunyai gugusan
hidroksil maka dapat mebentuk ikatan hydrogen dengan air, hal ini dikatan
gugusan hidrofil (suka air). Pengaruh gugusan –OH yang hidrofil maka fenol
larut dalam air.
C.
Reaksi-reaksi yang
Terjadi Pada Fenol
- Keasaman
Walaupun fenol kurang
asam dibandingkan asam karboksilat, tetapi lebih asam dibandingkan alcohol
maupun air karena ion fenoksida merupakan resonansi stabil
Fenol
dapat diubah menjadi ion fenoksida dengan mereaksikannya dengan larutan NaOH.
Kebanyakan fenol tidak bereaksi dengan basa yang lebih lemah seperti natrium
bikarbonat (NaHCO3), suatu basa yang dapat membentuk garam dengan
asam karboksilat.
Keasasam dari fenol
menyebabkan fenol dapat dipisahkan dari senyawa yang lebih kecil keasamannya
seperti alcohol. Jika suatu larutan organic mengandung suatu campuran fenol
yang tidak larut dalam air dan senyawa lain yang juga tidak larut dalam air di
kocok dalam corong pemisah dengan larutan encer natrium hidroksida, fenol
diubah menjadi natrium fenoksida (ArO- Na+). Fenoksida
adalah ion, oleh sebab itu, larut kedalam lapisan air dari natrium hidroksida.
Lapisan air kemudian dipisahkan dari lapisan organic, yang mengandung senyawa
lain.
- Oksidasi
Oksidasi dari fenol
sederhana menghasilkan campuran kompleks. Katekhol
(o-dihidroksibenzen) dan hidrokuinon (p-dihidroksibenzen) segera dioksidasi oleh oksidator lemah seperti
Ag+ atau Fe3+ menjadi senyawa dikarbonil yang disebut
kuinon. Oksidasi ini Reversibel; kuinon mudah direduksi kembali menjadi senyawa
hidroksi.
Kuinon dan hidrokuinon
tersubstitusi mempunyai peranan pada system transport dalam reaksi biologi.
Senyawa ini mengikuti reaksi interkonversi selular dari fe3+ menjadi Fe2+,
reaksi yang diperlukan untuk penggunaan gas oksigen. Hidrokuinon juga digunakan
dalam pencucian film fotografi untuk mereduksi ion perak menjadi logam perak.
- Antioksidan
Fenol yang
tersubstitusi disebut antioksidan biasanya
digunakan untuk mencegah reaksi dari
radikal - bebas ini.Dalam industri makanan, fenol yang tidak beracun dipakai
sebagai radikal inhibitor yang disebut zat
pengawet.
Fenol adalah
antioksidan yang efektif karena dapat bereaksi dengan radikal intermediate
menghasilkan radikal fenolik yang stabil dan tidak reaktif. Pembentukan radikal
yang tidak reaktif ini mengakhiri proses oksidasi radikal yang tidak
dikehendaki.
PERMASALAHAN
Kebanyakan fenol tidak bereaksi dengan basa yang lebih lemah seperti natrium bikarbonat (NaHCO3). Mengapa demikian?
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
BalasHapusBaiklah Saya akan berusaha menjawab pertanyaan dari Anda.
Kebanyakan fenol tidak membentuk garam bila ditambah NaHCO3, dikarenakan fenol kurang asam dibandingkan asam karbonat, seperti yang kita ketahui bahwa garam itu dihasilkan dari reaksi asam kuat dan basa kuat, kurangnya sifat keasaman pada fenol dan alkohol lah yang menyebabkan tidak terbentuknya garam.
Dan dari apa yang telah Saya pelajari, bahwasannya fenol termasuk ke dalam asam lemah dan dapat membentuk garam dengan alkali hidroksida tetapi tidak dengan NaHCO3 untuk memperoleh garam pada biasanya Fenol direaksikan dengan basa kuat, seperti NaOH untuk memperoleh garam Natrium Fenoksida.
Baikalah saya akan mencoba menjawab permasalahan anda,sebelumnya saya ingin menjelaskan asam lemah yaitu adalah salah satu yang tidak terionisasi seluruhnya ketika asam lemah tersebut dilarutkan dalam air.Nah fenol ini sendiri merupakan asam lemah dengan pKa 10.00.Nah karena dia asam lemah dia cenderung untuk bereaksi dengan basa kuat sepeti NaOH.Oleh karena itu dia tidak dapat bereaksi dengan asam lemah
BalasHapusbaik menurut saya, mengapa fenol tidak bereaksi dengan basa yang lebih lemah seperti natrium bikarbonat (NaHCO3).
BalasHapusseperti yang kita ketahui bahwa natrium bikarbonat merupakan kelompok basa lemah, Sebagian besar fenol bersifat asam yang lebih lemah daripada asam karboksilat dan asam yang lebih kuat dari alkohol.ketika fenol bereaksi dengan suatu basa, fenol akan diubah menjadi anion fenoksida, sehingga fenol akan terlarut dalam larutan basa (sebagai garam fenoksida). Larutan natrium hidroksida dan natrium karbonat merupakan basa yang cukup kuat untuk dapat melarutkan hampir semua fenol yang tak larut dalam air, tetapi larutan natrium bikarbonat tidak dapat. Tak satu pun di antara basa – basa tersebut yang cukup kuat untuk mengubah sejumlah tertentu alkohol menjadi ion alkoksida (yang akan melarutkan alkohol yang tak larut air dalam bentuk anion alkoksida).