NIM : A1C112008
PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012
1.
A. Jelaskan bagaimana asam benzoat
di sintesis dari suatu senyawa aromatik!
Jawaban:
a. Klorinasi Toluene
a. Klorinasi Toluene
light
C6H5CH3 +
3 Cl2
===> C6H5CCl3 + 3
HCl
heat
ZnCl2
C6H5CCl3 +
2 H2O ===> C6H5COOH + 3
HCl
(75 – 80%)
Toluene diklorinasi pada 100-150 0C,
hingga Specifik grafity mencapai 1,375-1,385 pada 20 0C Sedikit
alkali dapat ditambahkan untuk netralisasi residu hydrogen klorida.
Benzotriklorid dapat didistilasi kemudian diumpankan dalam bejana yang
dilengkapi dengan agitator. Setelah dipanaskan sampai 100 0C,
sekitar 0,7 % berat (berdasarkan umpan) Zinc Chloridesebagai katalis.
Kemudian air ditambahkan perlahan-lahan di bawah permukaan cairan. Hidrogen
klorid yang terlibat dalam reaksi diserap oleh air membentuk hidroclorid
acid. Temperatur akan naik secara perlahan sampai 110-115 0C.
Pada saat reaksi sempurna dimana ditandai dengan tidak adanya hydrogen klorid,
air ditambahkan, dan produk reaksi dibiarkan sampai 0,5 jam dengan pengadukan.
Temperatur diturunkan sampai 90-100 0C, air panas ditambahkan
untuk melarutkan Zinc Klorid dan hidroclorid acid sisa. Lapisan asam
dipisahkan dan dibiarkan mengeras, lapisan air didinginkan, hal ini mempercepat
terlarutnya asam benzoat, yang dipisahkan dengan filtrasi, dicuci dengan air
dingin, dan ditambahkan pada padatan asam benzoat. Komposisi padatan terdiri
dari asam benzoat crude dan jumlah yang bervariasi dari
air, pumice, dan impuritas yang lain. Ini dapat diubah menjadi Sodium
benzoat kualitas tinggi dengan melarutkan dalam Sodium hidroksid, penyaringan,
dan pemurnian larutan benzoat. Asam benzoat crude dapat dimurnikan dengan
memberi USP asam benzoat dengan beberapa cara seperti sublimasi atau
kristalisasi. Yield 90% dapat tercapai berdasarkan benzotriklorid yang
diumpankan.
b.
Oksidasi Toluene
dengan udara dalam fasa cair
Proses ini merupakan cara yang paling awal digunakan,
dimana toluene, katalis, dan udara (atau O2 yang terkandung
dalam udara)diumpankan secara kontinyu ke dalam autoclave sehingga terbentuk
asam benzoat pada suhu 150 – 250 0C dan tekanan 5-50 atm.
Perbandingan udara dan toluene dikendalikan untuk mendapatkan konversi
10-50%. Panas reaksi dapat dihilangkan dengan refluks toluene dan
penggunaan jacket cooling. Autoclave secara kontinyu overflow ke stripper
kemudian toluene dipisahkan dan direcycle ke autoclave. Air yang terbentuk dari
kondensasi aliran gas harus segera dipisahkan sebelum toluene yang tidak
bereaksi dikembalikan ke reaktor. Pemisahan dapat dilakukan dengan
kristalisasi, distilasi, atau kombinasi keduanya. Yield yang diperoleh sekitar
80%. Asam benzoat yang terbentuk kemudian dibentuk menjadi flake atau
disublimasi untuk mendapatkan variasu ukuran untuk dijual.
c. Dari benzaldehida
c. Dari benzaldehida
Disproporsionasi benzaldehida yang diinduksi oleh basa dalam reaksi Cannizzaro akan menghasilkan sejumlah
asam benzoat dan benzil
alkoholdalam jumlah yang sama banyak. Benzil alkohol kemudian
dapat dipisahkan dari asam benzoat dengan distilasi.
B. jelaskan
bagaimana mensintesis asam salisilat dari asam benzoat tersebut di atas!
Jawaban:
Asam salisilat
dapat dihasilkan melalui reaksi asam
benzoat dan chloro acetic acid. Reaksi ini menggunakan NaOH sebagai
katalis. Reaksinya adalah :
OH-
C6H5COOH
+ C1CH2COOH → C7H6O3
Asam benzoate chloro acetic
acid asam
salisilat
2.
Jelaskan mengapa fenol dapat di
gunakan sebagai antiseptik!, mengapa alkohol tidak memiliki kemapuan demikian?
Jawaban:
Fenol
dapat digunakan sebagai antiseptik karena fenol itu dapat membunuh bakteri.
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme
pada jaringan hidup. Mekanisme kerja senyawa fenol dalam membunuh sel bakteri,
yaitu dengan cara mendenaturasi protein sel bakteri. Akibat terdenaturasinya
protein sel bakteri, maka semua aktivitas metabolisme sel bakteri
terhenti, sebab semua aktivitas metabolisme sel bakteri dikatalisis oleh enzim
yang merupakan protein.
Alkohol
yang tidak dapat digunakan sebagai antiseptik adalah alkohol yang bisa
mempengaruhi susunan syaraf pusat. Jika diminum dalam jumlah yang banyak akan
membuat kita tak sadar/ mabuk, bahkan bisa menyebabkan kematian. Bila dalam
jumlah yang sedikit akan memperlambat reaksi dan koordinasi anggota tubuh.
Alkohol
juga ada yang bisa digunakan sebagai antiseptik, yaitu untuk pembersih luka.
Tetapi alkohol pembersih luka ini tidak sama dengan alkohol yang terkandung
dalam minuman atau tape. Alkohol pembersih luka dengan kadar 70% atau 90%
merupakan alkohol yang terdenaturasi, artinya alkohol sudah dicampur dengan
bahan lain yang sangat beracun bagi tubuh, yaitu methanol (CH3OH)
atau benzena (C6H6). Bahan campuran ini tidak dapat
dipisahkan kembali.
3.
A. Suatu eter dapat bereaksi dengan
air dimana bila di uji dengan larutan fehling A dan fehling B memberikan hasil positif.
Jawaban:
Perekasi
Fehling adalah oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida.
Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian, yaitu
Fehling A dan Fehling B. Fehling A adalah larutan CuSO4, sedangkan Fehling B
merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. Pereksi Fehling
dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga diperoleh suatu
larutan yang berwarna biru tua. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+ terdapat
sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO.
Bila eter dididihkan
dalam air yang mengandung asam (umumnya H2SO4) terjadilah
hidrolisis yang memberikan hasil alkohol. Contoh:
C2H5-O-C2H5 +
H2O → 2 C2H5OH ( etanol )
B. hasil
dari tersebut di atas bila dioksidasi lebih lanjut akan menghasilkan senyawa X
, tentukan cara mengidentifikasinya!
Jawaban:
Reaksi oksidasi
alkohol primer akan membentuk aldehida, sedangkan oksidasi alkohol sekunder
menghasilkan keton.
Reaksi oksidasi etanol
dapat dianggap berlangsung sebagai berikut:
Senyawa dengan 2 gugus OH terikat pada suatu atom karbon bersifat tidak
stabil, dan terurai dengan melepaskan1 molekul air. Jadi, senyawa yang
terbentuk pada reaksi diatas segera terurai.
4. Mengapa suatu eter bisa lebih
reaktif dari pada alkohol, padahal secara umum alkohol lebih reaktif dari pada
eter apabila di reaksikan dengan logam? (seperti Na)
jelaskan dasar-dasar ilmiah yang memungkinkan suatu eter lebih reaktif dari pada alkohol!
jelaskan dasar-dasar ilmiah yang memungkinkan suatu eter lebih reaktif dari pada alkohol!
Jawaban:
Dibandingkan
terhadap alkohol, eter jauh kurang reaktif kecuali dalam hal pembakaran. Eter
jauh lebih mantap (lebih kurang reaktif) dibandingkan alkohol. Eter tidak
bereaksi dengan logam natrium. Sifat ini dapat digunakan untuk membedakan
alkohol dengan eter. Sebagai medium untuk menjalankan berbagai reaksi, eter
lebih menguntungkan karena eter lebih reaktif bila dibandingkan dengan alkohol
misalnya alkohol akan menghasilkan garam bila direaksikan dengan logam Na atau
asam karboksilat.
Apabila
direaksikan dengan logam natrium, maka alkohol yang dapat bereaksi. Logam
natrium mudah teroksidasi menjadi ion Na+ , ion ini akan
mensubstitusi ion hidrogen pada gugus hidroksil alkohol.
R-OH + Na → R-O-Na + H2
Eter dapat
dimungkinkan menjadi lebih reaktif dari alkohol, jika di tinjau
dari reaksi pembakarannya :
·
Reaksi pembakaran
eter
CH3-O-CH3
+ 3O2 → 2CO2 + 3H2O
seperti halnya alkohol dan senyawa2 karbon yang lain
reaksi oksidasi akan menghasilkan hasil akhir CO2 dan H2O
·
Reaksi pembakaran
alkohol
Reaksi oksidasi alkohol juga
menghasilkan hasil akhir CO2 dan H2O
C2H5OH(l)
+ 3O2 → 2 CO2(g) +
3H2O(g) + kalor
5.
Bila fenol dikatakan lebih asam dari
pada alkohol temukan contoh suatu alkohol jauh lebih asam dari pada fenol!
Jelaskan mengapa demikian!
Jawaban:
Alkohol
dan fenol bersifat asam lemah. Namun, sifat asam pada fenol lebih kuat daripada
alkohol karena fenol memiliki anion dengan muatan negatif yang disebar oleh oleh
resonansi,dengan muatan negatifnya disebar (delokalisasi) oleh cincin aromatik.
Fenol
memiliki -OH terikat pada rantai benzennya. Saat ikatan hidrogen-oksigen
pada fenol terputus, didapatkan ion fenoksida, C6H5O-
yang mengalami delokalisasi. Pada saat itu salah satu dari antara elektron
bebas dari atom oksigen overlap dengan elektron dari rantai benzene. Overlap
ini mengakibatkan dislokalisasi. Dan sebagai hasil muatan negatif tidak hanya
berada pada oksigen tetapi tersebar ke seluruh molekul.
Delokalisasi
membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam.
Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. Muatan negatif
disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dan membuat lebih mudah
terbentuknya fenol kembali. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat
lemah. Namun Fenol memiliki keasaman sejuta kali etanol. Selain itu keasaman
fenol dipengaruhi oleh adanya resonansi pada benzenanya. Akibat resonansi ini,
maka kesetimbangan bergeser arah pembentukannya. Hal ini tidak terdapat
pada alkoksida (ion alkohol). Dengan demikian fenol memiliki keasaman
yang lebih tinggi dibandingkan dengan alkohol.
6.
Etanol berfungsi digunakan sebagai
bahan bakar, bagaimana halnya dengan turunan alkohol yang lain yang memungkinkan
di gunakan sebagai bahan bakar? apa syarat-syaratnya?
Dan berikan contoh!
Jawaban:
·
Turunan alkohol selain etanol yang
mungkin bisa digunakan sebagai bahan bakar adalah methanol, butanol, dan
propanol.
Metanol adalah bahan bakar yang ramah lingkungan, pembakaran metanol jika
dibakar akan menghasilkan karbondioksida dan air. Metanol pada suhu 15 oC
dapat dicampurkan dengan BBM yang disebut dengan bioalkohol. Bioalkohol mampu
menghasilkan panas yang lebih besar daripada BBM. Kandungan metanol dalam BBM
tidaklah dapat melewati 15 % untuk campuran homogen tanpa menggunakan zat-zat
tambahan. Hal ini karena produk alkana bersifat nonpolar sedangkan metanol
bersifat polar sehingga kelarutan metanol adalah rendah dalam senyawa alkana.
Tetapi pencampuran metanol pada BBM dengan kadar 15 % juga menimbulkan masalah
terutama di daerah dingin. Hal ini
karena pada suhu 0 oC, metanol tidak larut sepenuhnya dan tampak
memisah dengan BBM. Semakin
rendah suhu, maka kelarutan senyawa akan semakin rendah. Tetapi, metanol 15 %
pun jika dibiarkan beberapa menit, ia akan memisah. Hal ini biasanya terjadi
selama proses pembakaran. Dengan mencampurkan metanol ke dalam bahan bakar minyak, maka akan
meningkatkan bilangan oktan dari bahan bakar minyak tersebut.
Propanol dan butanol dianggap lebih
aman dan lebih mudah menguap jika dibandingkan dengan metanol. Butanol memiliki
keuntungan yaitu titik nyalanya sebesar
35 °C, sehingga tidak mudah terbakar, tapi menjadi masalah jika digunakan
pada suhu udara rendah. Proses fermentasi untuk memproduksi propanol dan
butanol agak susah dilakukan.
·
Syarat-syarat bahan
bakar
a. Volatilitas
bahan bakar
Volatilitas bahan bakar
didefinisikan sebagai kecenderungan cairan bahan bakar untuk menguap. Pada
motor bensin, campuran bahan bakar dan udara yang masuk dalam silinder sebelum
dan sesudah selama proses pembakaran diusahakan sudah dalam keadaan campuran
uap bahan bakar dan udara, sehingga memudahkan proses pembakaran. Oleh karena
itu kemampuan menguapkan bahan bakar untuk motor bensin sangat penting.
b.
Angka Oktan
Angka Oktan adalah suatu bilangan
yang menunjukkan sifat anti ketukan (denotasi). Dengan kata lain, makin tinggi
angka oktan maka semakin berkurang kemungkinan untuk terjadinya denotasi
(knocking). Dengan berkurangnya intensitas untuk berdenotasi, maka campuran
bahan bakar dan udara yang dikompresikan oleh torak menjadi lebih baik sehingga
tenaga motor akan lebih besar dan pemakaian bahan bakar menjadi lebih hemat.
c.
Kesetabilan kimia dan
kebersihan bahan bakar
Kestabilan kimia bahan bakar sangat
penting, karena berkaitan dengan kebersihan bahan bakar yang selanjutnya
berpengaruh terhadap sistem pembakaran dan sistem saluran. Pada temperatur
tinggi, bahan bakar sering terjadi polimer yang berupa endapan-endapan gum
(getah) ini berpengaruh kurang baik terhadap sitem saluran misalnya pada
katup-katup dan saluran bahan bakar.
·
Contoh bahan bakar
Contohnya yaitu metanol.
Metanol adalah salah satu jenis bahan bakar alternatif untuk mesin pembakaran
dalam dan beberapa jenis mesin lainnya. Metanol dapat digunakan dengan
mencampurkannya dengan bensin atau dipakai sendirian (metanol murni). Secara umum,
etanol juga lebih tidak beracun dan memiliki kandungan energi yang lebih
tinggi, meskipun sebenarnya metanol lebih murah untuk diproduksi dan
membutuhkan dana lebih sedikit untuk mengurangi emisi karbonnya. Meskipun
begitu, untuk mengoptimalkan performa mesin, kesediaan bahan bakar, keuntungan
politis dan kesehatan, campuran dari etanol, metanol, dan bensin sebaiknya digunakan
bersamaan daripada hanya menggunakan ketiga jenis bahan bakar ini secara
terpisah. Metanol dapat dibuat dari fosil atau sumber energi te

Tidak ada komentar:
Posting Komentar