Fenol
atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin
fenil.
Alkohol
merupakan suatu senyawa yang mengandung gugus hidroksil, -OH. Fenol juga
mngandung gugus hidroksil tetapi gugus fungsi ini melekat pada cincin aromatik.
Alkohol
adalah isomer fungsional yaitu mempunyai rumus molekul sama tetapi gugus
funsionalnya berbeda. Untuk alkohol ada juga yang bersifat optis aktif yaitu
dapat memutar bidang polarisasi cahaya cahaya yaitu alkohol yang mempunyai atom
karbon asismetris (C khiral) yaitu keempat gugus yang terikat berbeda satu sama
lain.
Sifat-sifat
fenol
1.
Mempunyai sifat asam.
Atom H dapat diganti tak hanya dengan logam (seperti alkohol) tetapi juga dengan
basa, terjadi fenolat. Sifat asam dari fenol-fenol lemah dan fenolat ini dapat
diuraikan dengan asam karbonat.
2.
Mudah dioksidasi, juga
oleh O2 udara dan memberikan zat-zat warna,mereduksi larutan fehling
dan Ag- beramoniak.
3.
Memberi reaksi-reaksi berwarna
dengan FeCl3
4.
Mempunyai sifat
antiseptik, beracun, mengikis, Ka = 1 x 10-10
Sifat-sifat alkohol
1.
Sifat fisika alkohol
a.
Alkohol
monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4 ) berupa cairan tidak berwarna
dan dapat larut dalam air dengan segala perbandingan.
b. Kelarutan
alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang.
c.
Makin
tinggi berat molekul alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya
d. Alkohol
yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.
e.
Alkohol
suku rendah tidak mempunyai rasa, akan tetapi memberikan kesan panas dalam
mulut
2.
Sifat
kimia alkohol
a.
Oksidasi
alkohol primer
Oksidasi alkohol primer dengan menggunakan natrium bikromat dan
asam sulfat akan menghasilkan suatu aldehida dan air.
b.
Oksidasi
alkohol sekunder
Oksidasi alkohol sekunder dengan menggunakan
natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu keton dan air.
c.
Oksidasi
alkohol tersier
Oksidasi alkohol tersier oleh oksigen akan menghasilkan campuran
asam karboksilat, keton, karbondiokaida dan air.
d.
Reaksi
dengan natrium
Alkohol bereaksi dengan logam natrium
menghasilkan suatu alkoksida. Hasil samping berupa gas hidrogen.
e. Reaksi
dengan asam halida
Alkohol bereaksi dengan asam halida
menghasilkan alkil halida dan air.
f. Esterifikasi
Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat
menghasilkan ester dan produk samping berupa air. Reaksi yang terjadi merupakan
reaksi kesetimbangan
g. Dehidrasi
alkohol
Dehidrasi alkohol dengan suatu asam sulfat akan
menghasilkan alkena dan air
Perbedaan alkohol dan fenol
|
Fenol
|
Alkanol
|
|
Bersifat asam
|
Bersifat netral
|
|
Bereaksi dengan NaOH (basa), membentuk garam natrium fenolat
|
Tidak bereaksi dengan basa
|
|
Tidak bereaksi dengan logam Na atau PX3
|
Bereaksi dengan logam Na atau PX3
|
|
Tidak bereaksi dengan RCOOH namun bereaksi dengan asil halida (RCOX)
membentuk ester
|
Bereaksi dengan RCOOH namun bereaksi dengan asil halida (RCOX) membentuk
ester
|
Permasalahan:
Mengapa
kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin
panjang?
Baiklah saya akan menjawab permasalahan di atas..
BalasHapusKelarutan alkohol dalam air semakin rendah seiring bertambah panjangnya rantai hidrokarbon. Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki gugus OH yang bersifat polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar, sehingga makin panjang gugus alkil makin berkurang kepolarannya.
baiklah saya akn mencoba menjawab permasalahan saudari nurul:
BalasHapusAlkohol dengan massa molekul rendah larut dalam air. Kelarutan dalam air ini lebih disebabkan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air. Dengan bertambahnya massa molekul relatif maka gaya-gaya Van der Waals antara bagian-bagian hidrokarbon dari alkohol menjadi lebih efektif menarik molekul-molekul alkohol satu sama lain. Oleh karena itu, semakin panjang rantai karbon semakin kecil kelarutannya dalam air.
Nama : Wulandari
BalasHapusNIM : A1C112006
Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari Nurul.
Sebagian kecil alkohol larut dalam air karena gugus hidroksi pada alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Namun, ketika ukuran gugus alkyl pada alkohol bertambah besar, kelarutannya dalam air akan berkurang. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gugus alkyl yang dapat mengganggu pembentukan ikatan hidrogen antara gugus hidroksi dengan air. Jika gangguan ini terjadi cukup besar, mengakibatkan molekul-molekul air akan menolak molekul-molekul alkohol untuk menstabilkan kembali ikatan hidrogen antarmolekul air.
Selain dipengaruhi gugus hidroksi, kelarutan alkohol dalam air juga dipengaruhi oleh jumlah atom C-nya. Menurut literatur, pada umumnya alkohol yang mempunyai jumlah atom C 1-3 akan larut sempurna dalam air, jumlah atom C 4-5 akan sedikit larut dalam air, dan jumlah atom C >6 akan tidak larut dalam air.
sekian semoga dapat membantu :)